Wednesday, February 16, 2011

V̶a̶l̶e̶n̶t̶i̶n̶e̶'s̶ D̶a̶y̶

This is new for me. I decided not to celebrate Valentine's Day like I always did every year. Not because I don't have a boyfriend right now, because I know I can always share the day with my family, friends and people I love. But simply because it's not Biblical and I'm not supposed to follow worldly holidays.

Valentine's Day atau disebut juga Hari Kasih Sayang, pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma untuk menghormati Santo Valentinus yg adalah seorang martir. Melalui sejarah yg panjang, somehow, perayaan itu berubah menjadi hari Percintaan, bukan hanya kepada pacar ataupun suami/istri, tapi juga pada orang tua, teman dan orang2 terdekat.

And there's nothing wrong with that, of course. The idea of sharing love and attention is a great idea. Tapi tentunya ga harus dilakukan hanya pada tgl 14 February, but it should be done every day in our lives. Valentine's Day bahkan ga ada dlm budaya qta di Indonesia. Tapi seluruh Indonesia ngerayain hari itu dengan special bahkan agak sedikit berlebihan krn difokuskan pada hal2 yg bersifat materi seperti coklat, bunga, kartu2 ucapan dll .

Dulu, zaman aku masih remaja, sampe masuk umur 20an bahkan sampe taon lalu aku juga ngerayain Valentine's Day dengan kue tart Pink, ngucapin Happy Valentine ke orang2 terdekat, tukeran kado, pake baju Pink en ngerayain di suatu tempat yg special sperti orang2 lain di seluruh dunia. Tanpa suatu pemahaman yg benar, aku hanya melakukan apa yg menjadi kebiasaan dan tradisi dunia slama bertahun2. Tentunya pada saat itu aku berpikir sah2 aja hal itu aku lakukan, toh maksudnya baik, merayakan kasih sayang dengan orang2 yg aku sayang.

Awalnya, it feels like there's nothing wrong with that. Apalagi semua orang di dunia melakukannya. But now everything is changed. For me, now everything has to referred to what the Bible says. Valentine's day is not a Biblical holiday and as a follower of Jesus Christ, I learned that I'
 For me, if it's in the Bible, do it. If it's not, don't do it. That's it.

Aku ga akan berkompromi dengan dunia ini lagi utk alasan apapun. Taat itu harus sepenuhnya, bukan setengah2 ato pilih2 mana yg qta mau mana yg qta ga mau. But then again, it's all about choices, pilihan2 yg harus qta buat freely. Tuhan sendiri ga pernah maksa kita utk taat dan melakukan perintah2Nya. Harus qta sendiri yg mutusin utk taat ama ketetapan, perintah, peraturan dan hukum2Nya. And that's what I do now, taat.

Buatku, mengasihi adalah bagian dari hidup. Bahkan, mengasihi adalah perintah Tuhan yang utama. Yesus memberikan perintah ini, “Supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Yohanes 13:34-35). Tapi perintah untuk saling mengasihi ini berbeda dengan arti kasih yang ada dan dikenal orang pada umumnya. Kasih yang Tuhan perintahkan berbeda dengan kasih orangtua dengan anak, kasih antara saudara ataupun kasih asmara dengan pasangan. Tuhan memerintahkan kita utk mengasihi, sama seperti Ia telah mengasihi kita. Sebuah kasih yang tidak menuntut, namun memberi. An unconditional love, kasih ato cinta yg tanpa syarat. Kasih yg ditunjukkan dengan kerendahan hati, ketulusan, tidak mengharapkan balasan apapun, sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak sombong dsb sperti yg Tuhan ajarkan dlm 1 Korintus 13.

Dan itu harus dilakukan setiap saat dlm kehidupan qta sbg anak Tuhan, ga cuma pada tgl 14 Feb aja. Seorang teman bilang ama aku, "Ah ini kan cuma utk lucu-lucuan ajaaa, jgn tlalu serius lah jd orang". What?? Helloooow?? Do know what you're talking about? Ga takut ama Tuhan ya??

Firman Tuhan bilang, "Janganlah km menjadi serupa dgn dunia ini, tapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga km dapat membedakan manakah kehendak Elohim: apa yg baik, yg berkenan kepada Elohim dan yg sempurna (Roma 12:2). Dan itulah yg aku lakukan skarang, berubah. I don't celebrate Valentine's Day because it's not Biblical, I don't do things that has nothing to do with my LORD and Savior, things that has no spiritual value at all (cos it's not a holy-day!) and I don't compromise myself with the world. But I do love people, karna itu yg Tuhan mau aku lakukan.

Kalo ada yg ga setuju ama pendapatku itu fine-fine aja. But after you read this, please take a moment to pray and ask the LORD through His Holy Spirit to reveal it to you. Hanya Roh Tuhan yg akan mengajarkan qta segala sesuatu, menyingkapkan rahasia2 kebenaranNya, dan memampukan qta utk mengerti apa yg jadi kehendak Tuhan dlm hidup qta. And He will reveal it to you, as long as you come to Him with an open heart.

That's it for me now. I pray we all will love like Jesus loves and do it wholeheartedly every single day, as long as we shall breath.

Blessings!!

Tuesday, February 15, 2011

Saat Untuk Melepaskan

Ini adalah hasil perenunganku kira2 setaun yg lalu. I just thought I drop by to share it here before my next post..

Ada hal2 yang ga ingin kita lepasin, orang2 yang ga ingin kita tinggalin tapi ada saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu berhenti mencintai kita tapi karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih bahagia kalo kita melepaskannya.

Kita ga ingin ngelepasin seseorang ketika kebahagiaan kita sangat bergantung ama orang itu.

Kita ga ingin ngelepasin seseorang ketika kita merasa dia itu ganteng, cantik, teristimewa dibandingkan dgn yang lain.

Kita ga ingin ngelepasin seseorang ketika kita takut ga bisa nemuin yang seperti dia lagi.

Kita ga ingin ngelepasin seseorang ketika begitu banyak saat2 indah senantiasa terbayang dibenak kita.

Kita ga ingin ngelepasin seseorang ketika hati kita berkata “Aku cinta banget ama dia”.

Ingatlah !! Melepaskan bukanlah akhir dari dunia melainkan awal dari suatu kehidupan baru..

Kita harus ngelepasin seseorang karena kebahagiaan kita ga tergantung ama orang itu.

Kita harus ngelepasin seseorang karena kita menyadari yang ganteng,yang cantik, yang istimewa belum tentu yang terbaik buat kita.

Kita harus ngelepasin seseorang karena saat2 indah hanyalah tinggal masa lalu.

Kita harus ngelepasin seseorang karena hati kita berkata “ga ada lagi yang dapat dipertahankan”.

Kita harus ngelepasin seseorang karena kita tahu orang yang kita cintai itu bukan orang yang Tuhan sediain buat kita.

Kita harus ngelepasin seseorang karena kita tau kalo kita udah benar2 ngelepasin orang itu, Tuhan telah siap memberi yang lebih baik.

Kegagalan ga berarti kita ga mencapai apa2 tapi kita telah memahami sesuatu dan kita telah belajar dari kesalahan yang kita buat di masa lalu. Kita belajar dari kesalahan itu dan ga ngulangin kesalahan yang sama di kemudian hari.

Segala sesuatu ada waktunya, ada saat mempertahankan, ada saat melepaskan.

Blessing..

Saturday, February 12, 2011

Concert and Faith


Besok tgl 13 February, Concert Glorify The LORD Ensemble (GTLE) akan diadakan di Sabuga Bandung, dengan tema Faith, Hope and Love. GTLE adalah Paduan Suara anak muda di kota Bandung, yang dibentuk pada 9 Mei 1993 oleh Daud P.M. Saba (Alm). Awalnya paduan suara ini, hanya terdiri dari beberapa orang saja kemudian seiring dengan waktu, bertambah terus. Hingga kini, total anak yang berlatih hampir 40-an orang.

Om Daud adalah mertuanya Iren, adik perempuanku satu2nya yg menikah dgn Denny Saba. Setelah Om Daud meninggal setahun yg lalu, GTLE diwariskan buat anak2nya, khususnya buat Iren dan Denny yg berdomisili di Bandung. Buat Iren dan Denny, Glorify The Lord Ensemble lebih dari sekedar paduan suara. Itu semacam rumah untuk tumbuh bersama, sebuah komunitas dimana mereka berdua dan juga anak2 anggota GTLE saling memberkati dan menjadi berkat bagi byk orang melalui talenta mereka bernyanyi. Kemudian tercetus ide dari anak2 Glorify untuk menyelenggarakan konser, sekaligus memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya terhadap Om Daud, yg bulan January kmaren genap setahun meninggal dunia.

They only have 5 months sejak ide itu dicetuskan dan sejak itu aku ngeliat betapa sibuknya Iren dan Denny ngurusin ini itu, semua yg berhubungan ama persiapan konser. Tentunya ga gampang menggelar sebuah perhelatan konser dgn waktu persiapan cuma 5 bulan. Dibutuhkan tanggung jawab yg luar biasa besarnya dari smua pihak yg terlibat, khususnya buat Iren sebagai ketua panitianya, yg lately sedang batuk berat.

One day, when Iren was in Jakarta, we sat together and she told me about the whole preparations. Banyak banget yg harus dia urus, mulai dari gedung, dana, dokumentasi, latihan paduan suara, kru, promosi dan penjualan tiket tentunya. She told me how someone suddenly came and donate 25 million rupiah to support the concert. That's just awesome. Things are a little bit hectic but I can see clearly that the LORD is in control of everything.

One thing I always admire in Iren and Denny is their faith. And God needs faith to perform miracles. Iman itu seperti landasan pesawat terbang. Qta tau tanpa landasan sebuah pesawat ga akan bisa mendarat dengan mulus. Dibutuhkan sebuah landasan yg cukup memadai untuk sebuah pesawat bisa mendarat dengan selamat dan utuh, tanpa kerusakan apapun. Kalo ga ada landasan, pesawat ga akan bisa mendarat. That's exactly how faith works. Tuhan harus mendapatkan iman di bumi untuk Dia melakukan pekerjaan2 besar dan ajaib bagi umatnya. God needs our faith so He can perform miracles in our lives. Without faith, no matter how bad God wants to help us but He's helpless because He can't find anything to become a base to do His miraculous work. Tuhan butuh iman qta yg menjadi landasan untuk Dia bisa mengadakan mukjizat dlm hidup qta. Without faith, nothing will ever happen.

And I can see how God is working in the entire preparation of concert based on faith of Iren, Denny and the rest of members of GTLE. Smuanya udah Tuhan sedian buat mereka, bahkan sampe saat ini aku nulis blog ini, 24 jam sebelum kenser berlangsung, tiket konser udah sold out, bahkan panitia sampe harus nyetak tiket tambahan karena permintaan yg begitu banyak. Oh well, that's how amazing our LORD is.

I hope and pray, konser besok berjalan lancar dan semua yg terlibat benar2 memberikan kontribusi yg terbaik buat keseluruhan acara. Ada beberapa musisi yang ikut bekerjasama seperti Glenn Fredly, Barry Likumahuwa, Benny Likumahuwa, Dira Sugandi, Dewi Guna, Luna Vidya, Karen Pooroe, Gaby, dan masih banyak lagi. Tuhan tentunya akan campur tangan, ambil bagian dan ikut serta dlm acara konser, no doubt about it. Konser mungil ini akan merupakan tribute buat Om Daud Saba yg selama hidupnya digunakan untuk mengasihi dan melayani sesama. Beliau seumur hidupnya memberikan pesan kepada generasi dan memberi makna pada kata “melayani” itu kepada anggota Glorify The Lord Ensemble. Hidupnya sebagai mentor, guru, pembina telah menjadi inspirasi dan berkat bagi banyak orang, termasuk aku. Hasil penjualan tiket dari konser ini, juga akan digunakan untuk membantu saudara-saudara yang kekurangan di Desa Waikokak, Kupang.

Well, that's it for now. I'll be back for the update about the concert. My family and I will be attending the concert in Bandung tomorrow. We'll be staying there for 2 days. LORD have mercy and I speak blessings over the concert, the members of GTLE, the audience in the name of Yeshua Hamasiah. Biar konser ini menjadi berkat buat banyak orang dan nama Tuhan dimuliakan diatas segala2nya, amin.

Blessings!

Friday, February 11, 2011

Doa Yang Dijawab

This is a very inspiring story. Ada suatu pelajaran menarik yg bisa qta ambil dari kisah ini.
Here we go...

Ada seorang kakek yang sudah tua, tinggal di sebuah rumah di pinggiran desa. Kakek ini adalah seorang yang sangat saleh dan rajin beribadah kepada Tuhan. Si kakek dikenal di seluruh desa karena kebaikannya suka menolong orang dan taat beribadah.

Pada suatu hari turun hujan lebat di desa tersebut dan air dengan sangat cepatnya naik ke atas dan telah mencapai sebatas lutut. Orang-orang di desa tersebut telah diinstruksikan untuk mengungsi dan ramai-ramai mereka membawa barang-barangnya keluar dari rumah mereka masing-masing.

Si Kakek yang tinggal di pinggiran desa juga tidak luput dari situasi banjir tersebut dan menjadi cemas karenanya, tetapi sebagai orang yang beriman, dia berusaha berdoa memohon kepada Tuhan untuk menghentikan hujan yang lebat tersebut agar seluruh orang di desa tersebut bisa diselamatkan.

Tak lama setelah dia berdoa, datanglah kepala desa hendak menjemputnya dengan kendaraan jipnya, tetapi si kakek menolak dengan halus dan dia berkata bahwa dia percaya bahwa Tuhan akan mendengarkan doanya dan segera menghentikan hujan lebat tersebut.

Pergilah segera sang kepala desa dengan perasaan cemas, tetapi karena dia percaya bahwa dia memang orang yang saleh, tentunya Tuhan juga pasti akan menolongnya juga. Hujan turun semakin lebatnya dan telah mencapai ketinggian satu meter dan seluruh penduduk desa telah mengungsi ke luar dan si kakek pun sudah berjongkok di atas lemarinya, dengan perasaan yang semakin cemas akhirnya dia berdoa dengan lebih keras lagi memohon kepada Tuhan untuk segera menghentikan hujan lebat tersebut.

Tak lama kemudian datanglah regu penyelamat dengan mengendarai perahu karet dan berteriak-teriak memanggil si kakek. Si kakek pun berteriak kepada regu penyelamat tersebut dan berkata bahwa dia telah berdoa kepada Tuhan dengan lebih bersungguh-sungguh dan Tuhan selama ini tidak pernah tidak mendengarkan doanya dan dia percaya bahwa kali inipun Tuhan pasti mendengarkan doanya.

Akhirnya perahu karet itupun pergi dengan perasaan yang sangat khawatir akan keselamatan si kakek, tetapi karena merekapun merasa bahwa sang kakek memang memiliki iman yang lebih tebal daripada mereka maka merekapun tidak berani memaksa lebih keras lagi. Sepeninggal regu penyelamat dengan perahu karet, hujan malah turun semakin lebatnya dan lebih lebat dari sebelumnya dan kali ini si kakek sudah berdiri di atas atap rumahnya dan berteriak-teriak dengan sangat kerasnya berdoa memohon kepada Tuhan untuk segera menghentikan hujan lebat tersebut.

Dari atas terdengar deru helikopter dengan keras dengan lampu sorotnya dan tampak beberapa orang berteriak dari atas helikopter kepada sang kakek untuk segera menangkap tali yang dilemparkan ke bawah. Dan kali inipun sang kakek menolak dan berkata dengan yakinnya bahwa dia telah berdoa dengan sangat sungguh-sungguh dan kali ini Tuhan pasti akan menghentikan hujan tersebut dan menolong si kakek.

Dengan putus asa helikopter tersebut meninggalkan si kakek yang terus berteriak-teriak memohon kepada Tuhan untuk menghentikan hujan lebat tersebut dan mereka berharap bahwa semoga doa kakek terkabul dan mereka juga tahu bahwa kakek adalah orang yang sangat beriman dan selalu menolong orang lain.

Akhir kata, hujan tidak juga berhenti dan menenggelamkan si kakek dan dia pun meninggal. Karena selama hidupnya kakek tersebut sangat beriman dan tidak pernah sekalipun berbuat yang tidak baik dihadapan Tuhan, maka si kakek diijinkan masuk ke dalam surga. Di surga, kakek bertemu dengan Tuhan dan lalu menyatakan kekecewaannya karena doanya yang terakhir tidak dikabulkan oleh-Nya.

Tuhan pun berfirman kepadanya, "Kakek yang baik, engkau adalah anak-Ku yang baik dan sepanjang hidupmu engkau selalu menuruti firman-Ku, dan Aku pun selalu mendengarkan doa-doamu dan mengabulkannya. Pada waktu engkau berdoa yang pertama kalinya, Aku telah mengirim kepala desa untuk menjemputmu dengan mobil jipnya tetapi engkau tolak, lalu doamu yang kedua, Aku mengirimkan regu penyelamat dengan perahu karetnya dan itupun kau tolak dan terakhir engkau berdoa kepadaKu, Aku mengirimkan sebuah helikopter untuk menjemputmu tetapi masih engkau tolak juga. Aku selalu mendengarkan doamu anakKu."


Well...interesting, right?
Inti cerita ini adalah mengenai sebuah kesempatan, dan bagaimana kita mengerti jawaban Tuhan atas doa-doa kita.

Kadang2, qta sama seperti kakek itu, memohon sesuatu dari Tuhan, sesuatu yg bisa dibilang cukup penting menurut pendapat qta. Sesuatu itu bisa aja ttg pekerjaan, pasangan hidup, memilih tempat kuliah dsb. Qta berdoa dengan iman yg sungguh2, berharap, bahkan berpuasa dengan harapan Tuhan akan memberikan apa yg kita minta. There's nothing wrong with that.

But the thing is, sometimes we become too focused on what we want and we neglect what God wants for us. Kakek itu pengen banget Tuhan memberhentikan hujan sesuai dengan permintaannya. Tapi Tuhan malah ngirim bala bantuan utk nolong dia supaya tentunya dia bisa selamat. Tuhan ga mau memberhentikan hujan, tapi Tuhan mau kakek itu ikut ngunsi biar selamat. Kalo aja si kakek lebih peka ama suara Tuhan, tentunya dia akan ngerti bahwa Tuhan ngirim bala bantuan bahkan sampe beberapa kali supaya dia ga mati konyol!

Tuhan tentunya lebih tau yg terbaik buat si kakek, buat qta. Waktu qta berdoa meminta sesuatu, make sure qta berdoa utk sesuatu yg qta tau itu berkenan dihadapan Tuhan. Doa2 qta haruslah doa2 yg sesuai dgn kehendak Tuhan. Karna kalo ga, percuma aja qta berdoa. Dan dalam masa penantian atas jawaban doa2 qta, qta harus mendengarkan suara Ruach Hakodesh, Roh Kudus di dlm qta, yg aku sebut sbg kesaksian Roh, spy qta tau jawaban Tuhan atas doa2 qta. Apakah ya, tidak, ato nanti. (We'll talk about this topic later on my next post..)

The point is, ga slamanya Tuhan memberikan apa yg qta minta. Kalo Dia tau yg qta minta itu ga baik buat qta, Dia akan say no and ngasih sesuatu yg lebih baik. We just have to be more sensitive, aware, peka ama suara Tuhan.

Dalam setiap masa2 penantian, we need to be patient. Bersabar, dan tetap alert ama kesempatan2 yg dateng dlm hidup qta, karena bisa aja itulah jawaban yg Tuhan berikan buat qta. Sesuatu yg tentunya jauh lebih baik dan lebih indah dari apa yg qta minta. Cos after all, Tuhan sanggup melakukan jauh lebih banyak dari pada yg kita doakan ato pikirkan (Ef 20:20).

Stay alert, Guys. If you are praying for something these days, open your eyes and ears widely. Let the Holy Spirit speak in your heart, He will reveal everything so we will know what is the answer of our prayers.

All glory be to Yeshua Hamasiah, the creator of everything in life.

Blessings!

Thursday, February 10, 2011

Gratitute

It's 2nd week of Friday in February 2011 and a new chance to live a brand new day.

  • I'm grateful for my life, my health, my wheelchair, my healthy bones and body parts.
  • I'm grateful for my family, my lovely parents, my brothers and sister, my in-laws, my two handsome nephews, my grandmother.
  • I'm grateful for my God-given-house, my nurse, my internet wi-fi connection, my helpers in the house.
  • I'm grateful for all the purification process and character sanctification that is happening in my life and my family's life.
  • I'm grateful for my breath, my blood, my healthy intestine, my brain, my 5 senses.
  • I'm grateful to have Yeshua Hamasiah a.k.a as Jesus Christ as my LORD and Savior.
  • I'm grateful to be saved and blessed.
  • I'm grateful for all the blessings, the mercy, the goodness, the love, the protection, the grace.
  • I'm grateful for the truth, the revelation, the knowledge, the teaching, the Global Vision of Elohim.
  • I'm grateful for the forgiveness, the miracle, the wisdom.
  • I'm grateful to have you, O LORD, Elohim of Israel.
  • I'm grateful to be alive today.
And I give thanks to you, my Lord. For everything that you have done in my life.
Thank You, Abba.
All glory, praises, worships are only to You, YHVH Adonai Elohim, in the name of Yeshua Hamasiah.
Amen.

I miss Cairo


Hi, guys.. I'm so sorry about what happened in Egypt these days. Sedih rasanya chaos is happening everywhere. But I know the LORD is in control and His protection is perfect for His body, His church around the world.

Foto ini diambil waktu aku di Cairo, Mesir, April 2009. Saat itu rombongan kami baru tiba di Cairo stelah 8 jam perjalanan dari Eilat, perbatasan darat Israel. Begitu nyampe, kami langsung menuju ke sungai Nil utk naik kapal pesiar buat dinner sambil mengelilingi sungai Nil dan menikmati pemandangan kota Cairo di malam hari. It was a very great experience! I've never been on the cruise before. I love the ship, love the view, love the food, love the belly dancer, love the moment.

I thank God for every minute I spent in Cairo with my brother Adlay, my nurse Warsiny and my fellow minister from Cherubims Prophetic Ministry. Cairo was beautiful, skalipun banyak juga tempat2 kumuh yg kami lewati, but over all it was great to be in a city that has so many history. I can still close my eyes and remember every precious moment I spent there. The Pyramid, the Museum of Cairo, the hotel, the food, the view from the window of our bus... I can still remember them all! :( Entah kapan aku bisa balik lagi kesana, mengingat keadaan kota Cairo saat ini yg porak poranda akibat kerusuhan dan demonstrasi besar2an menuntut turunnya presiden Husni Mobarak. I just hope and pray everything will be cooling down very soon in Egypt, for the sake of the body of Christ who live there, and of course for the people of Egypt.

I have a friend who live there. His name is Amin, he is an Egyptian and live in Cairo. I pray he and his family are doing fine during the riots. God protects him always.

My prayer goes to people in Egypt and Tumenggung these days. The LORD is in control and the body of Hamasiah is sealed by the blood of the Lamb, in the name of Yeshua Hamasiah. Amen.

Blessings!

Tuesday, February 8, 2011

Today's Prayer

Dear Father, Your Word is the only evidence I need to be convinced of my inheritance and privileged place in Christ. Thank You for the power of Your Word to illuminate my path, guide my thinking, and direct my actions today, in Jesus’ name. Amen.

Monday, February 7, 2011

Resep Arem-Arem Spaghetti Sosis

Hey, aku lagi suka nyoba2in resep masakan nihh.. Hehehe.. En kmaren nemu resep ini nih.. Kayaknya sih enak, baru mo dipraktekin Sabtu besok.. Cekidot yaaa.. ^_^


Bahan :

250 gr Spageti yang telah direbus

6 buah Sosis dipotong dadu kecil-kecil ( cicang kasar )

3 butir Telur

2 buah Wortel dipotong dadu kecil-kecil

100 ml Santan sedang kentalnya

2 batang Daun bawang dirajang halus

2 siung Bawang putih dicincang

2 sdm bawang goreng

½ sdt Lada bubuk

1 sdt Garam

1 sdt Gula pasir

Daun untuk membungkus secukupnya.


Cara membuat :


Campur semua bahan , aduk rata kemudian bungkus , lakukan hingga selesai.


Kukus selama 20 menit , angkat hidangkan dengan saos sambal.

Tuesday, January 11, 2011

Chocolate Dipped Shortbread Cookies & Hot Chocolate

shortbread cookies dipped in chocolate

After a big holiday blow-out, there’s nothing better than spending a cozy night in! These Chocolate Dipped Shortbread Cookies and my yummy Hot Chocolate go perfectly together. Eat them while watching your favorite movie!

Chocolate Dipped Shortbread Cookies

Ingredients

Cookies

  • 1 cup whole wheat pastry flour
  • 1 cup unbleached white flour
  • 1 cup brown rice flour
  • 1 teaspoon baking powder
  • 1/2 cup safflower oil
  • 2/3 cup maple syrup
  • 2 t vanilla extract
  • 1 t fine sea salt

Chocolate Coating

  • 2 cups grain-sweetened, nondairy chocolate or carob chips
  • 1/4 cup maple syrup
  • 2 T safflower oil

Steps

  1. Preheat oven to 350
  2. Combine the flours and baking powder in a large mixing bowl
  3. In a separate bowl, whisk together the oil, syrup, vanilla extract, and salt
  4. Add the wet ingredients to the dry ingredients, and stir to form a smooth dough
  5. If the mixture is too crumbly, add a bit of water, 1 teaspoon at a time, and up to 1 tablespoon more oil until the dough just holds together
  6. Roll the dough out to ½” thickness between two sheets of parchment or wax paper
  7. Use cookie cutters or a knife to cut the dough into desired shapes
  8. Arrange the cookies on the prepared baking sheet
  9. Bake for 15-20 minutes or until lightly browned
  10. Transfer the cookies to a baking rack to cool completely
  11. While the cookies are cooling, combine the chocolate chips, syrup, and oil in the top of a double boiler and place over simmering water
  12. If you don’t have a double boiler, place a stainless steel bowl over boiling water and melt the ingredients in it
  13. Turn off the heat, cover, and let stand for 5-10 minutes or until the chocolate melts
  14. Stir until smooth
  15. Dip each cookie halfway into the chocolate sauce, and place on a sheet of wax or parchment paper
  16. Chill in the refrigerator until hardened

hot chocolate

Hot Chocolate

Ingredients

  • 1 cup soy/rice milk blend
  • 1 t unsweetened cocoa powder
  • 1 T grain-sweetened, nondairy chocolate or carob chips
  • 1/4 t vanilla extract
  • 1 t maple syrup
  • Optional toppings: vegan marshmallows, nondairy whipped topping, or chocolate shavings

Steps

  1. Whisk the milk, cocoa powder, chocolate chips, vanilla extract, and syrup together in a small saucepan
  2. Place over medium heat
  3. Cook until the chocolate chips are melted, whisking occasionally
  4. Serve naked or with your choice of topping

Monday, December 13, 2010

Forgiving

Being forgiving doesn't make you weak; it proves how strong you are.